Kamis, 25 November 2010

Sistem Bahan Bakar : Motor Diesel

Motor diesel ini khusus menggunakan bahan bakar minyak solar atau minyak diesel maka digunakan alat khusus sebagai salah satu komponen sistem pembakarannya. Komponen yang dimaksut adalah pompa injeksi dan sistem penyemprotan bahan bakar melalui pengabut atau nosel. Mesin diesel ini dilengkapi dengan pompa injeksi model Bosch yang sanggup memberikan sejumlah bahan bakar yang tepat untuk segala kondisi kerja mesin termasuk start, idling / idle, percepatan, kecepatan tinggi dan juga kendaraan dengan beban berat.

Tujuan dari injeksi sendiri adalah menginjeksi bahan bakar yang bersih ke dalam ruang bakar dalam jumlah
dan waktu tertentu, sistem ini terdiri dari beberapa bagian yaitu : elemen pompa injeksi, pompa bahan bakar, nosel/pengabut dan governor berikut timernya.

Penampang Pompa Injeksi
Berurutan akan dibahas dan diulas mulai yang pertama yaitu Elemen Pompa Injeksi. Pompa ini terdiri dari sebuah plunyer ( torak ) di dalam suatu silinder yang direncanakan secara teliti dengan kelonggaran yang sangat kecil, kira-kira sekitar 0,01 mm agar dapat diperoleh kerapatan yang baik pada waktu memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi dan juga pada saat putaran sangat lambat, celah menyilang / celah alur yang memotong plunyer yang berbentuk silinder dimana menghubungkan alur ini dengan bagian atas plunyer / torak.

Bahan bakar disalurkan oleh pompa bahan bakar menuju pompa injeksi dengan tekanan tertentu dari elemen pompa sesuai dengan gerak putar poros nok ( noken as ), sehingga gerakan plunyer akan menjadi sebagai berikut :
  1. Pada titik mati bawah (tmb) plunyer bahan bakar mengalir melalui lubang pemberi yang terdapat dalam silinder kemudian menuju ruang penyalur pada bagian atas plunyer.
  2. Pada saat poros nok berputar, plunyer bergerak ke atas dan apabila permukaan plunyer bagian atas sampai pada lubang pemberi, bahan bakar mulai mengalir lebih keatas lagi dan bahan bakar di dalam ruang penyalur mendorong katup penyalur dan keluar dengan tekanan tinggi menuju nosel.
  3. Plunyer tetap pada posisi bergerak keatas, tatapi pada saat ujung atas alur kontrol sampai kepada ujung bawah lubang kaki, penyaluran bahan bakar terhenti.
  4. Gerak plunyer keatas selanjutnya akan menyebabkan bahan bakar yang tertinggal di dalam ruangan penyalur masuk melalui celah alur serta lubang kaki menuju ruang hisap sehingga tidak ada lagi bahan bakar yang disalurkan.
Pompa Bahan Bakar dan Rangkaian
Selanjutnya adalah Pompa Bahan Bakar. Pompa ini berfungsi untuk memompa bahan bakar dari tangki secara tetap ukurannya dan terus menerus melalui saringan / filter menuju ruang bahan bakar pada rumah pompa injeksi, pompa bahan bakar yang merupakan pompa torak ini dipasangkan di bagian pompa injeksi dan digerakan oleh poros nok pompa, selain itu juga dilengkapi dengan pompa tangan sebagai fungsi cadangan apabila terhisap udara dan sering diistilahkan mesin "masuk angin". Adapun fungsi pompa tangan ini adalah untuk memompa apabila terjadi masuk angin yang bertujuan mengeluarkan udara.

Untuk menghindari hal ini ( masuk angin ) dianjurkan dalam pengisian ulang bahan bakar solar tidak kurang dari 1/4 ukuran di indikator dasbor. Selain itu juga menghindari naiknya kotoran karena hisapan dari pompa bahan bakar ini.

Bila nok mendorong pompa keatas maka katup pada sisi kiri akan terbuka dan sebagian besar bahan bakar mengalir kedalam ruang tekanan yang terletak dibagian bawah pompa. Selanjutnya bahan bakar ini ditekan menuju pompa injeksi. Pada saat nok berputar dan tidak ada lagi dorongan terhadap piston maka piston akan bergerak ke bawah karena tekanan pegas, dan hal ini menyebabkan katup keluar tertutup dan katup masuk terbuka sehingga bahan bakar terisap kedalam ruangan penyalur yang terdapat di bagian atas torak. Bahan bakar ini ditekan menuju pompa injeksi.

Semoga bermanfaat buat semua

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar