Tampilkan postingan dengan label value added. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label value added. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 September 2010

Makalah/resume : Konsep Value Chain

Value-Chain Concept
KONSEP VALUE CHAIN


Konsep Value Chain
Konsep value chain memungkinkan perusahaan mendapatkan competitive advantage melalui cost leadership, differentiation, atau keduanya.
Untuk dapat memahami competitive advantage suatu perusahaan, tidak bisa perusahaan dilihat sebagai satu keseluruhan, tetapi sebagai aktivitas-aktivitas yang saling berhubungan. Aktivitas-aktivitas itu harus diselidiki secara sistematis bagaimana kinerja dan interaksinya.
Low cost strategy memfokuskan kepada terciptanya low cost relatif terhadap
pesaing, sehingga berkaitan dengan dengan Cost Leadership. Cost Leadership dapat dicapai melalui beberapa pendekatan sbb :
1. Skala ekonomis dalam produksi
2. Pengalaman
3. Kontrol biaya yang ketat
4. Biaya minimum pada R&D, jasa, tenaga penjualan atau iklan

Differentiation Strategy
Differentiation strategy memfokuskan pada penciptaan produk yang berbeda yang dirasakan oleh pelanggan sebagai keunikan Keunikan produk dapat diciptakan dengan berbagai pendekatan, seperti: brand loyalty (coca-cola), superior customer service (IBM), dealer network (caterpillar tractors), desain dan fitur produk (hewlett-packard), atau teknologi (coleman).

Konsep Value Chain
Sebuah perusahaan dapat berkembang - baik menggunakan strategy cost leadership maupun differentiation - adalah tergantung pada bagaimana perusahaan tersebut memanage value chainnya
Competitive advantage pada akhirnya dapat memberikan nilai lebih bagi customer dengan biaya yang sama atau nilai yang sama pada customer dengan biaya rendah.
Sehingga analisa value chain adalah esensial untuk menentukan secara tepat apakah nilai customer dapat ditingkatkan atau biaya direndahkan.
Tiap perusahaan mempunyai lingkup kompetitif (competitive scope) yang berbeda-beda yang mencerminkan suatu sumber potensi competitive advantage. Untuk memperoleh dan mempertahankan competitive advantage tidak hanya tergantung value chain perusahaan tetapi bagaimana perusahaan menyesuaikan dengan value system secara keseluruhan.
Dengan menerapkan konsep value chain, perusahaan dapat :
- Meningkatkan persaingan
- Mengurangi biaya
- Meningkatkan pasar

Kerangka value chain adalah sebuah mata rantai dari hulu ke hilir. Namun secara realita tidak ada perusahaan yang dapat menjangkau seluruh value chain ini dalam operasinya secara sempurna.
Setiap perusahaan mendapatkan keuntungan melalui proses value chain, meskipun mereka tidak berpartisipasi dalam setiap tahapan mata rantai tersebut.