Motor diesel berbeda dengan motor bensin. Apabila sebelumnya pernah diulas dalam blog ini bahwa motor bensin memanfaatkan campuran bahan bakar dan udara dalam bentuk gas dimasukkan dalam silinder dan dibakar oleh nyala api dari busur listrik yang diberikan oleh busi tetapi dalam metoda pembakaran motor diesel ini torak hanya menghisap udara saja untuk kemudian dimampatkan sampai mencapai tekanan dan suhu yang sangat tinggi.
Sesaat sebelum torak mencapai titik mati atas (TMA) bahan bakar disemprotkan, karena tekanan dan suhu yang tinggi tadi, bagian-bagian bahan bakar akan menyala dengan sendirinya dan membentuk proses pembakaran. Agar supaya bahan bakar dapat terbakar sesuai dengan permintaan maka diusahakan agar perbandingan kompresi dapat mencapai 15 : 20 dan suhu udara kompresi sebesar 500 derajat Celcius. Walaupun dalam motor diesel ini tidak diperlukan sistem pengapian tetapi sebagai gantinya diperlukan pompa injeksi dan alat pengabut untuk menyemprotkan bahan bakar, dan bahan bakar ini harus berupa minyak ringan yang memungkinkan dapat terjadi pembakaran sendiri. Untuk langkah kerja, seperti dalam motor bensin khususnya untuk kendaraan mobil yaitu dengan 4 langkah.
Sedangkan proses itupun diawali oleh pemasukan udara ke dalam silinder melalui saluran masuk dan katup hisap kemudian dikompresikan oleh torak, pada waktu yang sama bahan bakar dari tangki dialirkan ke dalam


