Tampilkan postingan dengan label piston. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label piston. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Oktober 2010

Mesin Mobil : Dasar Motor Diesel

Motor diesel berbeda dengan motor bensin. Apabila sebelumnya pernah diulas dalam blog ini bahwa motor bensin memanfaatkan campuran bahan bakar dan udara dalam bentuk gas dimasukkan dalam silinder dan dibakar oleh nyala api dari busur listrik yang diberikan oleh busi tetapi dalam metoda pembakaran motor diesel ini torak hanya menghisap udara saja untuk kemudian dimampatkan sampai mencapai tekanan dan suhu yang sangat tinggi.

Sesaat sebelum torak mencapai titik mati atas (TMA) bahan bakar disemprotkan, karena tekanan dan suhu yang tinggi tadi, bagian-bagian bahan bakar akan menyala dengan sendirinya dan membentuk proses pembakaran. Agar supaya bahan bakar dapat terbakar sesuai dengan permintaan maka diusahakan agar perbandingan kompresi dapat mencapai 15 : 20 dan suhu udara kompresi sebesar 500 derajat Celcius. Walaupun dalam motor diesel ini tidak diperlukan sistem pengapian tetapi sebagai gantinya diperlukan pompa injeksi dan alat pengabut untuk menyemprotkan bahan bakar, dan bahan bakar ini harus berupa minyak ringan yang memungkinkan dapat terjadi pembakaran sendiri. Untuk langkah kerja, seperti dalam motor bensin khususnya untuk kendaraan mobil yaitu dengan 4 langkah.

Sedangkan proses itupun diawali oleh pemasukan udara ke dalam silinder melalui saluran masuk dan katup hisap kemudian dikompresikan oleh torak, pada waktu yang sama bahan bakar dari tangki dialirkan ke dalam

Kamis, 16 September 2010

Mesin Mobil : Komponen mesin

Komponen Mesin merupakan bagian-bagian utama dari mesin khususnya yang dibahas disini adalah mesin bensin/premium. Dimana komponen utama ini merupakan suatu bentuk rangkaian mesin yang difungsikan sebagai pembuat tenaga.

Adapun yang utama dengan berurutan adalah sebagai berikut :
1. Blok Silinder, merupakan bentuk dasar dari mesin dan pada blok silinder ini  terdapat beberapa buah silinder mesin, pada tiap silinder terdapat sebuah torak/piston yang dipasangkan pada salah satu ujung batang piston, sedangkan ujung piston yang lain berhubungan langsung dengan poros engkol/crank shaft, maka dengan demikian gerak naik turunnya piston dapat menggerakan poros engkol. Sedangkan dibagian atas kepala silinder pada bagian dalamnya berbentuk sebuah ruang bakar dan dilengkapi dengan katup-katup hisap dan buang.

Blok silinder biasanya terbuat dari besi tuang/cor tetapi ada pula yang terbuat dari paduan almunium dengan tujuan untuk mengurangi berat serta menambah panas radiasi. Beberapa silinder disusun pada blok silinder, bagian atasnya ditutup dengan kepala silinder sedangkan bagian bawah blok silinder membentuk ruang engkol untuk penempatan dan pemasangan kelengkapan, seperti dinamo starter (untuk start awal gerak poros engkol, alternator, pompa bensin serta distributor.

2. Silinder, merupakan bagian yang memindahkan tenaga panas ke tenaga mekanik dan untuk tujuan ini piston bergerak naik memadatkan gas. Untuk memperoleh tenaga maksimum ataupun optimum diusahakan tidak terdapat kebocoran-kebocoran pada gas-gas yang dibakar diantara piston dan silinder. Gesekan dan keausan diusahakan seminim mungkin yang diakibatkan oleh gerakan-gerakan meluncur dari piston. Untuk memperkecil hal ini, dinding silinder diperkeras dengan besi tuang/cor, atau dengan diberikan khrom pada dinding-dinding silinder untuk membatasi keausan tadi. Jika dinding silinder telah aus .. maka perbaikan yang dilakukan adalah dengan mengebor kembali dinding silinder dengan bore tune, sehingga silinder ruang menjadi lebih besar maka membutuhkan piston/torak juga lebih besar karena bertambahnya diameter ukuran silinder (berhubungan dengan kecepatan pada saat dragrace, dimana ruang silinder dan piston semakin besar dibutuhkan suplay bahan bakar lebih besar sehingga digunakan karburator minimal 2 barrel atau 4 barrel) Untuk menghindari semakin tipisnya dinding dalam dan dinding luar silinder (ketebalan silinder) maka sebaiknya dinding dalam diberikan pelapis khrom sehingga permanen karena meminimalisasi keausan .. dan piston bisa dipertahankan tidak memerlukan penggantian piston yang lebih besar.

3. Bak engkol (karter), terletak dibawah blok silinder digunakan sebagai penampung oli mesin yang terbuat dari baja press. Pada karter ini juga dilengkapi ventilasi untuk menghubungkan ruang dalam dengan udara luar. Karter dibaut dibawah bak engkol dan diantaranya diberikan gasket (pelapis karet) untuk menghindari kebocoran pada sambungan tersebut sehingga oli mesin tidak bocor merembes keluar.





Selasa, 14 September 2010

Mesin Mobil : Dasar Motor Bensin

Mesin Mobil pada dasarnya terbagi menjadi 2 yaitu mesin bensin dan mesin disel. Mesin/motor yang digunakan pada mobil pada umumnya menggunakan 4 langkah atau lebih dikenal mesin 4 tak. Dimana pada jenis motor bensin ini, bahan bakar bensin dibakar untuk memperoleh tenaga panas, perpindahan tenaga panas dalam bentuk tenaga penggerak merupakan dasar utama mesin ini.

Campuran bensin dengan udara yang dihisap ke dalam silinder dimampatkan dengan torak/piston dibakar untuk memperoleh tenaga panas, yang mana dengan terbakarnya gas-gas akan mempertinggi suhu dan tekanan. Pada saat suhu dan tekanan tinggi maka torak/piston akan terdorong ke bawah, dimana piston sudah terangkai dengan poros engkol dengan batang piston di dalam silinder blok. Sehingga terjadi gerak kontinu sebagai kerja periodik dari mesin yang dimulai dari penghisapan bensin dan udara, lalu kompresi/tekanan, kemudian terjadi pembakaran dengan bantuan percikan api yang ditimbulkan dari busi, hingga pengeluaran gas-gas buang yang telah terbakar melalui header knalpot.

Adapun dijelaskan disini mengenai mesin 4 langkah, sebagai berikut :
1. Gerak Hisap, pada langkah ini, campuran bensin dan udara dihisap masuk ke dalam silinder, ini disebabkan karena tenakan di dalam lebih rendah dari tekanan udara luar. Pada langkah ini piston turun ke bawah, sehingga ruang silinder vacum maka campuran bensin dan udara akan terhisap ke dalam, hanya katup /templar hisap membuka, sedangkan katup buang tetap menutup.
Semakin lancar pemasukan campuran melalui intake valve yang tersambung dengan karburator, semakin lancar pula pergerakan hisap campuran ini.

2. Gerak Kompresi, pada langkah ini, campuran tadi dimampatkan oleh piston di dalam silinder dengan pergerakan dari bawah ke atas seiring dengan pergerakan poros engkol berputar ke atas. Katup hisap dan buang posisi menutup semua. sehingga suhu udara campuran menjadi naik dan mudah terbakar dimana bersamaan diberikan percikan api dari busi. Dengan terjadinya pembakaran maka akan terjadi ledakan yang membuat piston kembali ke bawah. Hal ini membuat piston telah melakukan 2 (dua) gerakan / 1 (satu) putaran dan poros engkol berputar dalam 1 (satu) putaran.
Semakin besar ruang silinder maka akan semakin besar campuran yang dihisap sehingga membutuhkan piston ukuran lebih besar dan percikan api dari busi yang juga lebih besar dan kuat serta cepat. Berhubungan dengan kecepatan mesin pada drag race.