Tampilkan postingan dengan label pembakaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembakaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Januari 2011

Komponen Pembakaran Motor Bensin : Distributor

Distributor terbagi dalam 3 bagian yang penting yaitu :
  1. Kontak Platina, bagian ini befungsi membuka dan menutupkan platina, sehingga mengalir atau terputusnya arus listrik pada kumparan koil primer.
  2. Distributor Unit, dimana bertugas membagi arus listrik bertegangan tinggi pada silinder.
  3. Pengatur penyalaan ( spark advancer ), peralatan yang secara otomatis mengatur waktu sesuai dengan putaran mesin dan bebannya.
Distributor ini berfungsi membagi arus tegangan tinggi secara tepat ke busi-busi yang terdapat pada silinder sesuai urutan pengapiannya, dan terdiri dari sebuah tutup distributor yang terbuat dari plastik yang diberi terminal-terminal dan sebuah rotor. Rotor dipasangkan pada poros distributor yang diputarkan oleh poros nok ( knoken as ) dan bagian rotor ini bersentuhan dengan terminal koil penyalaan. Pada tutup distributor terdapat terminal tengah yang dihubungkan ke koil penyalaan dan terminal-terminal yang menghubungkan ke busi-busi, perputaran rotor ini membagi arus tegangan tinggi ke busi menurut urutan pengapiannya.

Terima kasih atas kunjungan pembaca, dan semoga bermanfaat.

Senin, 03 Januari 2011

Komponen Pembakaran Motor Bensin : Koil

Koil adalah suatu alat yang berfungsi membangkitkan arus listrik tegangan tinggi untuk diberikan pada busi. Koil terdiri dari inti, kumparan primer dan sekunder dimana kumparan primer terbuat dari 300-400 gulungan kawat kasar, sedangkan kumparan sekunder terbuat dari 15.000-20.000 gulungan kawat halus. 
Koil Standard

Kumparan Sekunder digulung pada inti koil yang terbuat dari lempengan baja dengan kualitas yang tinggi sedangkan untuk kumparan primer digulungkan di luar kumparan sekunder sebagai pelapis. Salah satu dari ujung kumparan sekunder dihubungkan dengan terminal tegangan tinggi dan ujung yang lainnya dihubungkan dengan kumparan primer. Ujung-ujung kumparan primer ini dihubungkan dengan terminal positif dan negatif dari batery / aki. Koil ini ditempatkan pada suatu tempat bisa berbentuk tabung atau kotak dan diantaranya ada celah untuk meletakan isolasi-isolasi / isolator.

Minggu, 14 November 2010

Pembakaran Motor Bensin : Saluran masuk dan buang

Saluran masuk standar
Saluran masuk dibuat berbentuk pipa yang bercabang dengan tujuan untuk menyalurkan campuran udara dan bensin dari karburator ke silinder-silinder, saluran masuk ini dipasangkan disisi kepala silinder dan biasanya terletak sejajar dengan saluran buang, karena dimaksutkan agar penguapan campuran udara dan bensin disempurnakan oleh panas yang terpancar dari saluran buang.

Salauran masuk standar yang dimaksut disini adalah terdiri dari  satu lubang dari karburator dan masuk langsung menyebar melalui pipa menuju silinder. Hal ini terkadang dalam pembagian distribusi campuran kurang merata sehingga dalam dunia kompetisi seringkali di modifikasi.

Saluran buang standar
Sedangkan fungsi saluran buang adalah mengumpulkan gas-gas buang sisa pembakaran dari silinder-silinder ke satu tempat melalui pipa buang, dimana saluran buang ini dipasangkan pada tiap lubang pengeluaran gas yang terdapat pada setiap silinder.

Saluran buang yang standar adalah berpola pada umumnya yaitu 4-1-1, dimana diartikan dari silinder akan keluar melalui 4 pipa yang kemudian disambungkan dengan satu pipa utama untuk diteruskan ke kenalpot. Pola jenis saluran buang ini membuat tarikan kurang panjang, jikapun dipaksa akan terlihat memaksa mesin. Cocok untuk jarak pendek dragrace, akan tetapi perlu diingat pula mencuri start dengan tarikan panjang akan lebih bagus sehingga kendaraan seperti melesat dan bersambung ke gigi berikutnya. Untuk kompetisi dragrace jarak panjang lebih bermanfaat menggunakan pola 4-2-1.

Pada beberapa motor, saluran buang dilengkapi dengan katup pengontrol panas yang ditempatkan di dalam saluran. Katup ini bekerja atas dasar perubahan suhu di dalam saluran tersebut, apabila pada suhu dingin katup akan menutup dan gas panas akan beredar disekeliling katup masuk untuk membantu penguapan gas bakar di dalam saluran masuk, dan apabila telah panas suhunya, katup ini akan membuka dengan otomatis dan gas bakar langsung dibuang melalui pipa saluran gas buang.

Gas buang yang keluar dari motor masih mempunyai tekanan sebesar 3-5 kg/cm2 dan suhunya pada kisaran 600-800 derajat Celcius serta masih pula terkandung panas sebesar 35-40% dari gas pembakaran, apabila pada tekanan dan suhu yang tinggi tersebut langsung dibuang ke udara luar maka ekspansi mendadak dari gas akan menimbulkan ledakan yang cukup keras. Untuk mencegah hal ini, gas buang disalurkan melalui peredam gas agar tekanan dan suhunya turun sehingga akan menekan dan menghindari terjadinya ledakan keras tersebut.

Saluran gas buang dengan peredam ini lebih lazim dikenal dengan nama kenalpot melalui header yang menempel pada kepala silinder dan diberikan peredam dengan tabung resonansi yang biasa disebut mufler sehingga suara akan lebih halus.

Saluran masuk dan buang ini dapat pula dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan khususnya untuk kompetisi, lain reli lain dragrace, dukungan jenis karburator juga akan mempengaruhi model saluran masuk dan jenis saluran keluar dengan bentuk header yang juga berbeda. Modifikasi ini berhubungan dengan kecepatan mesin dan stabilnya pembakaran sehingga performance mesin akan optimal.

Terima kasih atas kunjungan pembaca dan semoga bermanfaat buat kita semua.

Selasa, 09 November 2010

Komponen Pembakaran Motor Bensin : Busi

Busi adalah suatu alat penyala guna meloncatkan bunga api listrik untuk mengadakan pembakaran dalam silinder motor bensin, sehingga campuran gas bensin dan udara bisa terbakar dengan sempurna dan melakukan suatu kerja.

Fungsi kerja busi bertugas agar aliran listrik yang mempunyai potensi yang cukup besar dapat diubah di dalam ruang bakar sehingga dapat membentuk suatu percikan api listrik dan pada akhirnya akan membakar bahan bakar dengan tekanan tinggi.

Busi ini terdiri atas sampul baja yang dilengkapi dengan isolator, ulir sekerup untuk pegangan pada kepala silinder, sedangkan bagian yang penting adalah tabung baja dengan ulir sekerup yang mempunyai elektroda

Sabtu, 30 Oktober 2010

Komponen Pembakaran Motor Bensin : Karburator

Karburator jenis standar karburator, dimaksut disini adalah karburator yang pada umumnya digunakan pada motor / mesin bensin. Tenaga pada motor bensin diperoleh dari pembakaran campuran bahan bakar ( bensin / premium ) dan udara di dalam silinder, sedangkan campuran ini dikondisikan pada waktu tertentu di dalam karburator. 

Sebagai sumber tenaga maka sebelum memasuki silinder bahan bakar harus bersifat sangat mudah terbakar agar supaya motor dapat menghasilkan daya yang besar dan ekonomis. Keadaan campuran udara dan bensin sangat berpengaruh terhadap kemampuan motor dan pemakaian bahan bakarnya, yang dewasa ini terdapat berbagai macam karburator yang mana keseluruhannya dimaksutkan untuk memperoleh kesempurnaan dalam pembentukan campuran udara dan bahan bakar yang dibutuhkan pada proses pembakaran di dalam silinder motor.

Sedangkan fungsi karburator sendiri adalah untuk mengatur perbandingan

Senin, 27 September 2010

Mesin Mobil : Komposisi Bahan Bakar

      Adapun komposisi pencampuran bahan bakar untuk jenis mesin tidak sama antara motor bensin, motor gas, dan motor disel. Idealnya menggunakan takaran yang sesuai dengan perhitungan agar mencapai pembakaran yang optimal dan sempurna. Semua gas pencampuran harus murni terbakar semua. Apabila hal ini tercapai, maka kinerja mesin akan mendekati titik terbaiknya. Hal ini nantinya juga berhubungan dengan saluran gas buang (kenalpot) yang juga mempunyai beberapa jenis dan modifikasinya.

      Di bawah ini diperinci komposisi pencampuran standar untuk jenis mesin yang berbeda :
1. Motor bensin/premium
- Bahan bakar : Campuran bensin dan udara ( 1 : 12-18 )
- BJ bensin : 0.65 - 0.75
- Harga pembakaran bensin : 10300 - 11000 kcal/kg
- Pada suhu   40 derajat Celcius bensin menguap 30 - 65 %
- Pada suhu 100 derajat Celcius bensin menguap 80 - 90 %
- Bensin mudah sekali menguap, mudah dikabut, cukup menggunakan aliran udara ( akan lebih baik jika udara sedikit dipanaskan ).
- Pada motor 4 langkah ( 4 tak ) pemasukan bahan bakar ini berlangsung selama langkah pertama ditambahkan gerakan dari klep pemasuk (ukuran kira-kira 225 derajat lingkaran engkol/crankshaft).
- Bensin masuk ke dalam silinder karena adanya langkah / gerakan hisap dari torak/piston berkisar 0.9 kg/cm2
- Pada motor 2 langkah ( 2 tak ) pemasukan bahan bakarnya berlangsung selama akhir langkah pertama dan awal langkah kedua, kira-kira selama 100 derajat lingkaran engkol/crankshaft
- Bensin yang masuk ke dalam silinder karena tekanan bilas setinggi 1.1 - 3 kg/cm2

2. Motor Disel/solar/bio solar
- Minyak gas
- Minyak solar : BJ = 0.82 - 0.83
- Harga pembakaran : 9900 - 10000 kcal/kg
- Minyak Disel : BJ = 0.85 - 0.95
- Harga pembakaran : 9500 - 10000 kcal/kg

Sistem suplai bahan bakar pada motor bensin menggunakan pengabutan campuran antara bensin dan udara dan menggunakan karburator sebagai alat pengabutnya.

Sedangkan pada motor disel, menggunakan sistem pemampatan campuran bahan bakar dengan solar. Dimana diperlukan juga pengabutan udara yang menggunakan kompresor, bahan bakar dimasukkan melalui alat pengabut dan dimampatkan hingga titik suhu tinggi sehingga terjadi ledakan pembakaran di dalam silinder.