Tampilkan postingan dengan label katup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label katup. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 November 2010

Pembakaran Motor Bensin : Saluran masuk dan buang

Saluran masuk standar
Saluran masuk dibuat berbentuk pipa yang bercabang dengan tujuan untuk menyalurkan campuran udara dan bensin dari karburator ke silinder-silinder, saluran masuk ini dipasangkan disisi kepala silinder dan biasanya terletak sejajar dengan saluran buang, karena dimaksutkan agar penguapan campuran udara dan bensin disempurnakan oleh panas yang terpancar dari saluran buang.

Salauran masuk standar yang dimaksut disini adalah terdiri dari  satu lubang dari karburator dan masuk langsung menyebar melalui pipa menuju silinder. Hal ini terkadang dalam pembagian distribusi campuran kurang merata sehingga dalam dunia kompetisi seringkali di modifikasi.

Saluran buang standar
Sedangkan fungsi saluran buang adalah mengumpulkan gas-gas buang sisa pembakaran dari silinder-silinder ke satu tempat melalui pipa buang, dimana saluran buang ini dipasangkan pada tiap lubang pengeluaran gas yang terdapat pada setiap silinder.

Saluran buang yang standar adalah berpola pada umumnya yaitu 4-1-1, dimana diartikan dari silinder akan keluar melalui 4 pipa yang kemudian disambungkan dengan satu pipa utama untuk diteruskan ke kenalpot. Pola jenis saluran buang ini membuat tarikan kurang panjang, jikapun dipaksa akan terlihat memaksa mesin. Cocok untuk jarak pendek dragrace, akan tetapi perlu diingat pula mencuri start dengan tarikan panjang akan lebih bagus sehingga kendaraan seperti melesat dan bersambung ke gigi berikutnya. Untuk kompetisi dragrace jarak panjang lebih bermanfaat menggunakan pola 4-2-1.

Pada beberapa motor, saluran buang dilengkapi dengan katup pengontrol panas yang ditempatkan di dalam saluran. Katup ini bekerja atas dasar perubahan suhu di dalam saluran tersebut, apabila pada suhu dingin katup akan menutup dan gas panas akan beredar disekeliling katup masuk untuk membantu penguapan gas bakar di dalam saluran masuk, dan apabila telah panas suhunya, katup ini akan membuka dengan otomatis dan gas bakar langsung dibuang melalui pipa saluran gas buang.

Gas buang yang keluar dari motor masih mempunyai tekanan sebesar 3-5 kg/cm2 dan suhunya pada kisaran 600-800 derajat Celcius serta masih pula terkandung panas sebesar 35-40% dari gas pembakaran, apabila pada tekanan dan suhu yang tinggi tersebut langsung dibuang ke udara luar maka ekspansi mendadak dari gas akan menimbulkan ledakan yang cukup keras. Untuk mencegah hal ini, gas buang disalurkan melalui peredam gas agar tekanan dan suhunya turun sehingga akan menekan dan menghindari terjadinya ledakan keras tersebut.

Saluran gas buang dengan peredam ini lebih lazim dikenal dengan nama kenalpot melalui header yang menempel pada kepala silinder dan diberikan peredam dengan tabung resonansi yang biasa disebut mufler sehingga suara akan lebih halus.

Saluran masuk dan buang ini dapat pula dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan khususnya untuk kompetisi, lain reli lain dragrace, dukungan jenis karburator juga akan mempengaruhi model saluran masuk dan jenis saluran keluar dengan bentuk header yang juga berbeda. Modifikasi ini berhubungan dengan kecepatan mesin dan stabilnya pembakaran sehingga performance mesin akan optimal.

Terima kasih atas kunjungan pembaca dan semoga bermanfaat buat kita semua.

Selasa, 21 September 2010

Mesin Mobil : Komponen mesin (katup/valve)


Katup-Templar-Per-Poros Nok
Komponen mesin yang lain adalah katup untuk membuka dan menutup jalur hisap dan buang. Katup/templar dalam isitilahnya ditempatkan sedemikan hingga secara mekanik dapat bekerja otomatis sesuai pergerakan piston. Ini dimungkinkan karena semua tersambung secara integrasi dan digerakan oleh sumbu poros yang dinamakan poros nok/camshaft yang tersambung bersinggungan dengan poros engkol/crankshaft. Sehingga disaat piston bergerak, disaat itu pula katup bekerja.


Desain katup hisap - buang
 Rangkaian pergerakan yang teratur pada katup dinamakan mekanik katup, dan dapat dibagi dalam beberapa susunan katup, yaitu model katup sisi dan model katup kepala.
1. Katup sisi, dalam susunan ini tidak terdapat katup-katup pada kepala silinder (cylinder head) dengan demikian konstruksi silindernya amat sederhana. Mekanik katupnya tidak begitu rumit dan mempunyai bagian-bagian yang sedikit dan tidak menimbulkan suara, tetapi bentuk ruang bakar ini sangat sukar untuk memperoleh kemampuan yang tinggi dan karena kerugian/kekurangan hal ini maka penggunaan katup sisi saat ini jarang sekali dipakai.


2. Katup kepala, Model katup kepala terutama terdiri dari sumbu nok/camshaft, dudukan katup, batang, dan lengan katup. Mekanisme kerja dimulai dari bila nok pada sumbu nok mendorong keatas kedudukan katup, batang katup terdorong keatas oleh kedudukan katup tersebut. Bila salah satu ujung batang penekan akan mendorong ujung lengan katup dan ujung lainnya mendorong katup kebawah dan menyebabkan katup terbuka. Nok/Cam berputar untuk selanjutnya katup akan menutup oleh tegangan pegas katup.

Katup-katup ini harus tahan panas dan dibuat dari bahan baja khrom nikel